Arsip Bulanan: Maret 2009

Singa dan Tikus

Terdapat suatu kisah di negeri antah berantah. Pada suatu waktu seekor tikus berlari melewati badan singa yang sedang tertidur. Singa pun kemudian terbangun karena kaget dan segera menangkap tikus tersebut. Tikus ketakutan dan kemudian memohon kepada singa untuk melepaskan dirinya seraya berjanji, jika Singa mau melepaskannya maka Tikus akan berbuat suatu kebaikan untuk Singa.

Singa tertawa geli mendengar janji yang diucapkan oleh tikus. Ia berpikir apa yang dapat dilakukan tikus dengan tubuhnya yang kecil itu. Namun karena rasa kasihan terhadap tikus tersebut, ia pun melepaskan tikus tersebut.

Suatu hari di negeri tersebut tersebut kedatangan seorang pemburu yang gemar berburu dan mengoleksi hewan-hewan tidak berdosa. Sang pemburu berhasil menangkap singa tersebut dan mengikatnya pada suatu pohon dengan ikatan yang kuat, sehingga tidak memungkinkan singa untuk melepaskan diri. Si Singa hanya dapat mengaum kesakitan.

Dari jauh auman kesakitan Singa di dengar oleh si Tikus. Dengan segera ia berlari mendatangi Singa. Digigitnya tali yang mengikat Singa seraya berkata : “Kamu ingat, dulu kamu tertawa dan tidak berpikir bahwa saya bisa berbuat baik padamu, dan sekarang kamu lihat, seekor tikuspun bisa berbuat kebaikan.

So guys…. jangan pernah kita meremehkan seseorang, mungkin sekarang kita berada di atasnya, tapi suatu waktu kita bisa berada di bawahnya. :)

Penobatan Raja Muda

Besok, Ia-seorang putra tunggal Raja berusia 16 tahun akan dinobatkan menjadi Raja. Ia adalah seseorang yang sangat menyukai barang-barang antik dan mahal. Kegemarannya adalah mengirim para pedagang untuk mencari barang-barang tersebut. Tapi dari semua itu, yang sangat menarik baginya adalah jubah yang akan dikenakannya pada saat penobatannya nanti.

Jubah itu berhiaskan emas, mahkotanya penuh dengan batu permata, tongkat kebesarannya, dan cincin mutiara. Inilah yang sedang dia bayangkan malam ini sambil berbaring di peraduannya. Calon Raja Muda tersebut kemudian terlelap dalam tidurnya dan bermimpi. Ia melihat dirinya sedang berdiri di sebuah lotengyang panjang dan rendah. Melalui jendela tersebut ia melihat ada seorang penenun dengan tubuh yang sangat kurus, sementara itu anak-anaknya yang terlihat pucat dan sakit membantu si penenun memintal benang sambil bersandar di dinding.

Raja tersebut menghampiri penenun dan mengamatinya. Si penenun menatapnya tajam dan berkata padanya “Mengapa engkau memandangiku? Apakah kau suruhan Tuan kami?”

Siapakah Tuanmu? tanya Raja Muda,

“Tuan kami” kata si Penenun dengan kelu, “ia sama seperti kami , tidak ada bedanya, cuma ia memakai pakaian yang bagus, sedangkan aku memakai baju bekas. Saat aku kelaparan ia malah kekenyangan.” Raja muda tersebut tertegun, dalam benaknya ini bukanlah tanah jajahan. Kemudian raja muda tersebut tertegun, ia melihat penenun tersebut menenun benang emas. Ia kemudian bertanya pada penenun mengenai jubah yan sedang dibuat penenun.

“Ini jubah untuk penobatan Raja muda,” jawab si penenun

“Apakah ini untukmu?”

Dan si Raja muda berteriak dan terbangun. Ternyata ia berada di kamarnya sendiri. Kemudian ia kembali tertidur dan bermimpi sedang berada di sebuah dek perahu yang besar dan sedang didayung oleh ratusan budak. Para budak hanya mengenakan kain pembalut pinggang dan satu sama lain dirantai. Terik matahari membakar tubuh mereka. Mereka menjulurkan tangan keluar dan mengayuh, air laut yang asin dan menciprati mereka.

Akhirnya mereka tiba di sebuah teluk yang kecil, dan mereka mulai berlabuh. Sang Nahkoda mengambil yang sudah dibebani dengan timah, kemudian melemparkan tali tersebut pada sisi kapal, dan mengikat ujunganya pada dua tiang penyangga. Nahkoda kemudian menarik seorang budak, menyumbat hidung dan telinganya dengan lilin, dan mengikat batu besar dipinggangya. Budak tersebut menuruni tangga dan masuk ke dalam air. Tak lama budak tersebut muncul, dengan membawa mutiara ditangannya. Nahkoda mengambil mutiara tersebut dan mendorong budak itu kembali ke dalam air.

Setiap kali ia muncul dari dalam air, ia selalu membawa mutiara di tangannya. Dan si Nahkoda mengumpulkan mutiara-mutiar tersebut dalam kantong berwarna hijau. Kemudian akhirnya budak tersebut muncul dengan membawa mutiara yan lebih bagus dibandingkan mutiara-mutiara sebelumnya. Tapi ia sangat pucat, kemudian terjatuh diatas dek. Darah segar mengalir dari telinga dan hidungnya, ia menggelepar sesaat, kemudian tubuhnya tidak bergerak lagi. Tubuh budak tersebut kemudian dilempar keluar dari kapal.

Nahkoda tersebut tertawa dan mengambil mutiara tersebut dan ketika ia melihatnya ia berkata “Inilah tanda kekuasaan bagi Raja Muda”.

Saat Raja Muda mendengar kata-kata itu, ia menjerit dan terbangun. Kemudian ia tertidur lagi dan bermimpi, melihat dirinya berada di dalam hutan. Hutan itu penuh dengan buah-buahan yang aneh dan bunga-bunga beracun yang indah. Raja muda tersebut terus berjalan hingga ia akhirnya tiba dipinggir hutan. Disana ia melihat sekelompok orang sedang berada di sungai yang kering. Mereka menggali lubang dan masuk di dalamnya, ada yang memecah batu dengan kampak. Mereka semua bekerja tak satupun yang berdiam diri.

Dari sebuah gua yang gelap, si kematian dan keserakahan menguasai mereka. Si kematian berkata

“Aku sangat letih, berikan 1/3 dari mereka padaku dan biarkan aku pergi”

Tapi si Keserakahan menggeleng sambil berkata, “mereka pelayaku”

“Apa yang ada di tanganmu?” tanya si Kematian

‘Tiga butir jagung”, jawab si Keserakahan

“Berikan satu untukku, aku akan menanamnya di kebunku, dan aku akan pergi,” pinta si Kematian

Namun si Keserakahan menolak permintaan tersebut. Si Kematian kemudian tertawa, dan mengambil sebuah cangkir yang lalu dicelupkannya ke dalam air. Dari cangkir itu keluar wabah, seketika itu 1/3 dari kelompok tersebut mati tergeletak.

Si Keserakahan marah dan menyuruh si Kematian pergi. Si Kematian menolak kecuali jika diberikan sebutir jagung. Nau si keserakahan kembali menolak. menanggapi penolakan dari si Keserakahan, si Kematian mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke hutan. Dari sana muncul wabah dalam bentuk nyala api dan membunuh kelompok orang-orang tadi.

Si Keserakahan murka ia merasa si Kematian teramat sangat kejam. Ia menyuruh si Kematian pergi ke India karena disana ada kelaparan.

Namun kembali si Kematian menolak pergi, kecuali ia di beri sebutir jagung. Dan kembali lagi Si Keserakahan menolak permintaan tersebut.

Dan si Kematian tertawa lagi, dan ia bersiul, kemudian muncul seorang yang melayang di udara dengan menyebarkan wabah. Dan tak ada satupun dari kelompok orang-orang tadi yang hidup.

Si Keserakahan melarikan diri ke dalam hutan dan si Kematian menunggang kudanya dan berlari secepat kilat.

Si Raja Muda menangis dan berkata, “Siapakah mereka, dan apa yang mereka cari?”

“Batu-batu ruby untuk mahkota raja,” jawab seseorang di belakangnya.

Si Raja muda terkejut dan menoleh kebelakang. Ia melihat seorang pengembara dengan sebuah cermin perak ditangannya.

“Untuk raja mana?” tanya raja muda

Sang pengembara menyodorkan cermin perak tersebut kepada raja muda untuk melihat raja mana yang akan memakai batu ruby tersebut. Betapa terkejutnya raja muda ketika mendapati bahwa raja yang dimaksud sang pengembara adalah dirinya sendiri. Raja muda kemudian terbangun. Sinar matahari menerobos masuk kamar raja muda.

Kemudian pengurus rumah tangga dan pejabat tinggi kerajaan masuk dan memberi hormat padanya. Para pelayan membawakan jubah emas, mahkota dan tongkat kekuasaan di hadapannya. Raja muda melihat benda-benda itu memang sangat indah. Tapi ia teringat kembali akan mimpinya dan kemudian menolak untuk mengenakan benda-benda tersebut.

Seorang pemimpin merupakan pengayom sekaligus pelayan bagi rakyatnya. Apalah gunanya seorang pemimpin disaat rakyatnya kelaparan ia sendiri kekenyangan, disaat rakyatnya kesulitan ia dengan mudahnya menghambur-hamburkan harta kekayaan.

Maka dari itu jangan sampai kita salah pilih “wakil rakyat”

(di tulis saat awal kampanye pemilu)

Doaku gak dikabulin sama Allah?

Syaqiq El Balakhi Rahimahullah Ta’ala meriwayatkan bahwa tatkala Ibrahim bin Adham Ra sedang berjalan jalan di negeri Al Bashrah, dia ditanya oleh penduduk negeri itu.
Mereka bertanya, “Ya Ibrahim, mengapa doa kami tidak diindahkan lagi, padahal bukankah Allah Ta’ala telah berfirman :“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku…” (Al Baqarah : 186)
Ibrahim memberi jawaban kepada mereka. Katanya, “Wahai penduduk kota Al Bashrah, itu disebabkan karena kalbu kalian telah mati oleh sepuluh hal. Jika demikian bagaimana Allah Ta’ala akan menyambut doa kalian?
Penduduk negeri Al Bashrah berfikir sejenak mencari tahu mengenai sepuluh hal tersebut, tetapi mereka belum juga menemui jawabannya. Maka mereka bertanya kembali kepada Ibrahim, “Ya Ibrahim, apa kesepuluh hal itu?”
“Kesepuluh hal yang menghambat doa kalian itu, “jawab Ibrahim, yaitu :
1. Kalian telah mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya
2. Kalian telah membaca Al Qur’an, tetapi tidak mengamalkan isinya
3. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah, tetapi meninggalkan sunnahnya
4. Kalian mengaku benci kepada syaitan, tetapi mematuhi ajakannya
5. Kalian mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak memenuhi syarat-syaratnya
6. Kalian mengaku ingin selamat dari api neraka, tetapi menjerumuskan diri kedalamnya
7. Kalian meyakini bahwa kematian itu suatu kepastian, tetapi tidak pernah mempersiapkan diri mengahadapinya
8. Kalian sibuk mengurusi keburukan orang, tetapi mengabaikan keburukan sendiri
9. Setiap waktu kalian menguburkan orang mati, tetapi tidak pernah merenunginya
10. Kalian telah menikmati nikmat Allah, tetapi tidak pernah mensyukurinya.
….

*) Ya Allah lindungi aku dari hal yang demikian itu… Amiinn

sumber:Wahyu Sulistomo

Trend Fim Homosexual?

Oh My God!!! itu kata pertama yang opa ucapkan ketika menonton film korea berjudul “Antique”. Bukan hanya karena pemain-pemainnya yang cakep, tapi ini film korea yang menurut opa lain dari yang lain mungkin juga gebrakan baru perfilm-an korea. Namun gebrakan yang satu ini benar-benar diluar dugaan opa. Jika melihat dari pemain-pemainnya yang wajahnya cukup dikenal di Indonesia (bagi pecinta film korea), tentu saja opa tidak menyangka isi dari film itu.

Sebenarnya tema film itu adalah tentang obsesi seorang pria menemukan ingatan masa kecilnya yang hilang ketika diculik. Untuk itu dia membuka sebuah toko kue yang diberi nama “Antique” di tempat terakhir yang masih diingatnya. Tentu saja film tersebut banyak menyuguhkan tampilan kue-kue manis nan lezat. Tapi bukan itu yang mau opa soroti, melainkan mengenai kisah cinta yang diangkat di film tersebut.

Semula opa tidak curiga dengan tidak adanya kehadiran pemeran utama wanita seperti lazimnya film korea yang selalu menghadirkan pemeran utama wanita yang cantik. Ternyata cerita yang bergulir disini adalah cerita cinta HOMO. walaupun tidak begitu vulgar (dalam sudut pandang opa) namun begitu terus terang mengenai kisah cinta homo tersebut. Opa jadi berpikir apakah dunia sudah segila ini menerima dengan tangan terbuka penyimpangan sex seperti ini? bahkan kini sudah dikomersialkan untuk mengeruk keuntungan dan menaikkan pamor.

Sex memang sudah dari dulu dikomersialkan, namun hubungan sejenis nampaknya kini sudah menjadi trend baru dalam dunia entertaiment khususnya perfilman. Hal ini seolah-olah melegalkan hubungan yang tidak lazim bin dilaknat tersebut. Opa teringat film Hollywood (opa lupa judulnya) yang mengangkat kisah cinta nan abadi hubungan sejenis. Bahkan film ini meraih penghargaan bergengsi. Indonesiapun sebenarnya sudah pernah mengangkat kisah Homosexual ke layar lebar. Masih ingat dengan film Arisan kan? Film tersebut termasuk boks ofisnya perfilman indonesia. Bahkan film tersebut membuat popularitas pemainnya meningkat.

Sebenarnya apa sih tujuan dari film-film model kayak ini? Dari segi keuntungan-sudah jelas film-film model begini pasti akan menyedot banyak penonton, karena rasa penasaran mereka. Dari segi menaikkan popularitas pemain-tentu saja, sebab film-film model begini merupakan gebrakan baru. Apakah hanya sampai disitu?

Tidak hanya sampai disitu-tujuan sebenarnya (terselubung) dari film tersebut adalah untuk melegalkan hubungan sejenis yang memang masih dianggap sebagai hubungan yang menyimpang bin terlaknat. Sehingga diharapkan masyarakat dapat menerima hubungan sejenis sebagai suatu hubungan yang wajar dalam kehidupan sosial masyarakat bahkan dengan menggunakan dalih HAM.

Kaum Luth

Hubungan sejenis (Homo) sudah ada sejak zamannya Nabi Luth yang di kenal sebagai kota Sodom. Dari kata sodom itulah munculnya istilah sodomi. Kaum Luth merupakan kaum fasik, namun mengapa masih saja ada pengikut kaum Luth yang jelas-jelas merupakan kaum yang dilaknat Allah SWT? Tidakkah mereka membaca peringatan-peringatan yang ada dalam Kitabullah? Kadang opa tidak habis pikir dengan isi kepala mereka apakah mereka memiliki otak yang yang dapat berpikir? kalau iya tentunya mereka tidak akan melakukan perbuatan tersebut, tentunya akan takut akan akan azab akibat perbuatan mereka kelak.

Oh dunia begitu dahsyatnya dirimu hingga membuat hati tertutup dan memandangmu dengan penuh nafsu, hingga tidak bisa membedakan perbuatan yang salah dan benar.

Ya Allah hindarkanlah Kami dari tipu muslihat dunia.

Raksasa yang Egois

Dahulu kala di suatu tempat antah berantah, hiduplah Raksasa tua yang egois. Raksasa tersebut memiliki kebun yang sangat luas dan cantik dengan rumput hijaunya yang sangat lembut. Di sana-sini di atas rumput tumbuh bunga-bunga yang cantik seperti bintang-bintang dan ada 12 pohon peach yang  jika pada musim semi dipenuhi dengan kuntum berwarna merah jambu dan seperti mutiara, sedangkan pada musim gugur penuh dengan buah peach yang lebat sekali. Burung-burung hinggap di pohon itu dan bernyanyi dengan indahnya. Anak-anak senang sekali bermain di kebun itu sambil mendengarkan nyanyian merdu kicau burung-burung tersebut.

Setelah 7 tahun Raksasa tersebut berkelana mengunjungi kawan-kawan lamanya dan menyeleseikan segala urusannya, akhirnya Raksasa tersebut kembali ke kediamannya. Ketika tiba, ia melihat anak-anak sedang bermain di kebunnya, ia marah, berteriak kasar, dan mengusir anak-anak tersebut hingga mereka berlari kerakutan.”Kebunku hanya untukku dan aku tidak mengijinkan siapapun bermain di dalamnya kecuali aku sendiri,” kata Raksasa.

Kemudian ia membangun tembok tinggi di sekeliling kebunnya dan membuat papan pengumuman

YANG BERANI MASUK AKAN DIBUNUH

Sejak saat itu, tidak ada satupun anak-anak yang mengunjungi kebun tersebut. Kemudian musim semi tiba, diseluruh negeri bermunculan kuntum bunga dan suara merdu nyanyian burung-burung. Namun di kebun milik raksasa yang egois tersebut masih musim dingin. Tidak ada kuntum bunga yang bermekaran dan tidak ada suara kicau burung. Raksasa tersebut menunggu berakhirnya musim dingin sambil memandangi kebunnya yang serba putih dan dingin.

Tapi Musim Semi tidak pernah tiba.”Dia terlalu egois,”kata Musim Gugur, sehingga musim Dingin tidak pernah berakhir di kebun itu.

Hingga suatu pagi, Raksasa tersebut terbangun karena mendengar suara yang indah. Ia melihat pohon-pohon di kebunnya berbunga dan di setiap pohon ada anak-anak. Pohon-pohon mengayukan rantingnya dengan lembut di atas kepala anak-anak. Burung-burung terbang dan berkicau dengan riangnya. Bunga-bunga bangkit dari tidur panjangnya. Sungguh indah sekali, hanya ada suatu sudut dari kebun tersebun yang masih diliputi salju. Di sana ada seorang anak kecil yang sedang berdiri, ia sangat kecil sekali sehingga tidak dapat meraih tangkai pohon tersebut, dan ia menangis mengelilingi pohon tersebut.

Raksasa yang menyaksikan kejadian tersebut tersentuh hatinya, dan ia akhirnya menyadari mengapa musim sei tidak pernah tiba. Raksasa tersebut akhirnya menghampiri anak tersebut dan mengangkat anak kecil tersebut dengan lembut dan meletakkannya di salah satu ranting pohon. Pohon tersebut langsung berbunga dan burung-burung berdatangan. Anak kecil tersebut kemudian memeluk leher Raksasa dan menciumnya, sementara yang lainnya kembali asyik bermain di kebun tersebut. Kini anak-anak tersebut dan Raksasa sering bermain di kebun yang indah tersebut.

Terkadang kita merasa bahwa rezeki yang diberikan Tuhan adalah hanya milik kita seorang. Hati kita merasa sempit untuk berbagi dengan sesama, karena keegoisan dalam diri kita dan rasa takut bahwa jika kita berbagi dengan sesama maka apa yang telah kita peroleh akan berkurang. Padahal dengan berbagai terhadap sesama sesungguhnya kita menginvestasikan “kebahagiaan” kita untuk masa depan. Jangan pernah takut untuk berbagi dengan sesama.

Mari kita berlomba berbagi terhadap sesama kita yang membutuhkan :D