Sabra-Shatila(Genosida paling Berdarah oleh Israel)

Sudah menjadi rahasia umum mengenai kebengisan dan kejahatan Bangsa Israel terhadap Palestina. Tahu kasus genosida Sabra-Shatila? Mari opa ceritakan sedikit ya (dikutip dari eramuslim digest).

Sabra-Shatila merupakan dua kamp pengungsi Palestina di Wilayah Beirut Barat. Wilayah pengungsian ini hanya dihuni oleh kaum wanita, jompo, dan anak-anak kecil serta bayi, karena para pejuang Palestina yang terdiri dari para lelaki muda telah pergi dievakuasi keluar dari Beirut dibawah Kawalan Perancis dan Italia. Oleh sebab itulah Israel menghentikan serangannya untuk sementara waktu. Sesuai dengan permintaan PBB, seluruh senjata milik warga Palestina diserahkan kepada Lembaga Internasional peristiwa ini terjadi September 1982. Namun apa yang terjadi?

Menurut Kesaksian Dokter Ang Swee Chai, yaitu seorang dokter ortopedis kelahiran Malaysia berkebangsaan Inggris yang pernah bertugas di Palestina (di Beirut Barat ini) dan juga penulis buku “From Beirut To Jerrusalem”, malam tanggal 14 September 1982, terdengar ledakan besar. Esok paginya ratusan tank Merkava milik Israel dan sekutu masuk ke Beirut dan mengepung kamp pengungsian Sabra-Shatila. Kepungan yang dilakukan tank-tank tersebut sangat rapat, bahkan jika ada seekor kucingpun yang ingin melarikan diri tidak akan sanggup.

Suara dentuman meriam dan ledakan besar terdengar, Beirut Barat dihujani Bom. Rumah sakit Akka diserbu oleh tentara Israel. Para perawat dan dokter ditembak mati demikian juga dengan para pasiennya. Seluruh perempuan di rumah sakit tersebut diketahui diperkosa dahulu sebelum dibunuh. Bagaimana dengan rumah-rumah milik pengungsi Palestina di Sabra-Shatila?

Kembali menurut kesaksian Dokter Ang Swee Chai, tentara-tentara Israel dan sekutunya masuk ke rumah dan gang-gang kesil sambil menembakkan senjata, melempakan granat dan dinamit ke rumah yang berisi penuh dengan orang. Para perempuan banyak yang diperkosa sebelum dibunuh. Bayi-bayi diremukkan tulang dan kepalanya sebelum dibunuh. Anak kecil dilemparkan kedalam nyala api, yang lainnya dipatahkan tangan dan kakinya dengan popor senjata. Untuk pertama kalinya Dokter Ang menangis disini.

Ini merupakan genosida paling berdarah, hanya dalam waktu 3 hari sekitar 3.297 orang Palestina-kebanyakan para perempuan, bayi, dan anak kecil-menemui ajal dengan cara yang sangat mengerikan.

Tapi apa yang dilakukan oleh PBB dan dunia Internasional? Mereka berusaha menutupinya dan tidak mengecam tragedi ini. Media Barat pun banyak yang berupaya menutupi fakta yang terjadi.

Opa sering berpikir, apakah bangsa Israel itu punya hati? atokah mereka adalah “zombie” manusia tanpa hati nurani. Sempat juga terpikir di benak opa apakah bangsa Israel itu termasuk dalam ras manusia? atawa ras binatang? hm mungkin bukan kedua-duanya ya. Sebab manusia punya hati nurani, sedangkan mereka dapat melakukan tindakan bengus dengan tertawa-tawa. Hewan/Binatang? hm tidak juga, bahkan hewan dan binatang lebih mulia dari bangsa Israel. Hewan tidak membunuh se-jenis dengannya, dan hewan membunuh untuk keperluan makan mereka bukan untuk kesenangan belaka. Bangsa Israel? membunuh untuk kesenangan belaka?.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s