Arsip Bulanan: Februari 2009

Indoktrinasi Talmud Untuk Perang Israel

Mungkin banyak diantara kita yang bertanya-tanya “mengapa orang-orang Israel mampu melakukan kebengisan dan kejahatan yang tidak berprikemanusiaan terhadap orang-orang Palestina? Menurut sejarawan Illan Pappe, yaitu sejarawan Yahudi dan orang Israel yang paling dibenci di Israel, mengatakan bahwa ini semua karena indoktrinasi ayat-ayat Talmud, yang dimulai sejak usia taman kanak-kanak. Indoktrinasi ini berlanjut hingga anak-anak tersebut besar.

Ayat-ayat Talmud dijadikan satu-satunya “pedoman moral” bagi mereka melebihi Taurat, seperti dikutip dari Talmud, Erubin 2b, “Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari Talmud daripada ayat-ayat Taurat“.

Berikut ini opa sajikan beberapa ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin perang tentara Israel.

  • “Orang-orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)”(Talmud, Baba Kamma 113a)
  • “Semua anak keturunan Ghoyim (non-Yahudi) tergolong sama dengan hewan” (Talmud, Yebamoth 98a)
  • “Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi pun harus dibunuh”, (Talmud, Soferin 15, Kaidah 10)
  • “Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka berarti ia telah menghinakan Tuhan”, (Talmud, Chullin, 19b)
  • “Orang Yahudi adalah orang yang shalih dan baik dimanapun mereka berada. Sekalipun mereka juga melakukan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka”, (Talmud, Sanhedrin, 58b)
  • “Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim”,(Talmud, Chagigah 15b)
  • ‘Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (Non-Yahudi)’, (Talmud, Zhohar 25b)

Hmmmm berarti menurut orang Yahudi Opa ini adalah Ghoyim y? Seluruh umat manusia yang bukan Yahudi menurut bangsa Yahudi adalah Ghoyim yang berarti adalah binatang. Ckkkk Talmud ini kitab suci? ato kitab setan?

Kalian sendiri yang menyimpulkan ya….

baca selengkapnya di :

  • eramuslim diggest : Israeli Nuke
  • Baudoin Loos, An interview of Illan Pappe, 29 Nov 199, http://msanews.mynet.net/Scholars/Loos/pappe.html

Sabra-Shatila(Genosida paling Berdarah oleh Israel)

Sudah menjadi rahasia umum mengenai kebengisan dan kejahatan Bangsa Israel terhadap Palestina. Tahu kasus genosida Sabra-Shatila? Mari opa ceritakan sedikit ya (dikutip dari eramuslim digest).

Sabra-Shatila merupakan dua kamp pengungsi Palestina di Wilayah Beirut Barat. Wilayah pengungsian ini hanya dihuni oleh kaum wanita, jompo, dan anak-anak kecil serta bayi, karena para pejuang Palestina yang terdiri dari para lelaki muda telah pergi dievakuasi keluar dari Beirut dibawah Kawalan Perancis dan Italia. Oleh sebab itulah Israel menghentikan serangannya untuk sementara waktu. Sesuai dengan permintaan PBB, seluruh senjata milik warga Palestina diserahkan kepada Lembaga Internasional peristiwa ini terjadi September 1982. Namun apa yang terjadi?

Menurut Kesaksian Dokter Ang Swee Chai, yaitu seorang dokter ortopedis kelahiran Malaysia berkebangsaan Inggris yang pernah bertugas di Palestina (di Beirut Barat ini) dan juga penulis buku “From Beirut To Jerrusalem”, malam tanggal 14 September 1982, terdengar ledakan besar. Esok paginya ratusan tank Merkava milik Israel dan sekutu masuk ke Beirut dan mengepung kamp pengungsian Sabra-Shatila. Kepungan yang dilakukan tank-tank tersebut sangat rapat, bahkan jika ada seekor kucingpun yang ingin melarikan diri tidak akan sanggup.

Suara dentuman meriam dan ledakan besar terdengar, Beirut Barat dihujani Bom. Rumah sakit Akka diserbu oleh tentara Israel. Para perawat dan dokter ditembak mati demikian juga dengan para pasiennya. Seluruh perempuan di rumah sakit tersebut diketahui diperkosa dahulu sebelum dibunuh. Bagaimana dengan rumah-rumah milik pengungsi Palestina di Sabra-Shatila?

Kembali menurut kesaksian Dokter Ang Swee Chai, tentara-tentara Israel dan sekutunya masuk ke rumah dan gang-gang kesil sambil menembakkan senjata, melempakan granat dan dinamit ke rumah yang berisi penuh dengan orang. Para perempuan banyak yang diperkosa sebelum dibunuh. Bayi-bayi diremukkan tulang dan kepalanya sebelum dibunuh. Anak kecil dilemparkan kedalam nyala api, yang lainnya dipatahkan tangan dan kakinya dengan popor senjata. Untuk pertama kalinya Dokter Ang menangis disini.

Ini merupakan genosida paling berdarah, hanya dalam waktu 3 hari sekitar 3.297 orang Palestina-kebanyakan para perempuan, bayi, dan anak kecil-menemui ajal dengan cara yang sangat mengerikan.

Tapi apa yang dilakukan oleh PBB dan dunia Internasional? Mereka berusaha menutupinya dan tidak mengecam tragedi ini. Media Barat pun banyak yang berupaya menutupi fakta yang terjadi.

Opa sering berpikir, apakah bangsa Israel itu punya hati? atokah mereka adalah “zombie” manusia tanpa hati nurani. Sempat juga terpikir di benak opa apakah bangsa Israel itu termasuk dalam ras manusia? atawa ras binatang? hm mungkin bukan kedua-duanya ya. Sebab manusia punya hati nurani, sedangkan mereka dapat melakukan tindakan bengus dengan tertawa-tawa. Hewan/Binatang? hm tidak juga, bahkan hewan dan binatang lebih mulia dari bangsa Israel. Hewan tidak membunuh se-jenis dengannya, dan hewan membunuh untuk keperluan makan mereka bukan untuk kesenangan belaka. Bangsa Israel? membunuh untuk kesenangan belaka?.

Wisuda…..

Wisuda….Hari ini merupakan hari bersejarah buat anak-anak UGM, kenapa? ya karena ini hari W.I.S.U.D.A., tapi bukan hari wisuda buat opa. Hari ini hari wisuda “Dika”, teman kost opa,  alhasil opa jadi PW (Pendamping Wisuda) dan juga juru potret dadakan.

Lihat para wisudawan-wisudawati ini opa jadi pengen cepat lulus juga, rasanya iri melihat mereka. Wuih pasti senang rasanya karena ini adalah puncak perjuangan (khusus untuk kuliah S1 maksud opa), namun masih ada perjuangan dan perjalanan lain yang menanti. Tapi setidaknya satu tahapan telah dilalui.

Opa mau ucapkan kepada seluruh wisudawan-wisudawati selamat menempuh perjalanan baru, pertahankan spiritnya untuk menyongsong hari esok yang lebih baik. Semoga gelar sarjana baik dengan predikat Cumlaude maupun tanpa predikat (opa nih bakalan masuk dalam gelar sarjana tanpa predikat)  bukan menjadi kemelut dan beban. Jalani hidup ini dengan penuh senyuman, keceriaan, dan perjuangan keras. Jangan pernah ada kata putus asa untuk menjalani kehidupan yang masih penuh dengan kerikil-kerukil tajam, mungkin ada yang mulus, ada yang penuh liku dan tanjakan, namun hidup itu adalah perjuangan.

SEMANGAT Kawan

Opa menjadi Pendamping Wisuda (Hmmmm)

Rehat

Opa mau rehat dulu sebentar, dari dunia blogger…mau ngurusin TA, dah dateline..dah dikejar-kejar ortu.

mohon doanya ya…

Jangan Lupa Bayar!!!(Cerita g Penting)

Sebenarnya kejadian ini sudah agak lama. Kira-kira beberapa bulan yang lalu, waktu opa  TA di LIPI Bandung. Kost opa dan LIPI jaraknya tidak jauh, g ada lima menit dah nyampai. Diantara kost opa dan LIPI, ada warteg yang menunya komplit (tempat opa ngecas baterei perut, dan ngecas kerongkongan opa), warung bakso dan mie ayam, nyepet-nyepetan (ayam penyet, tempe penyet, lele penyet—opa ambil istilah wong jogja punya). Diantara semua warung-warung itu tempat yang opa sering kunjungi tentu saja warteg dan warung bakso/mie ayam.

Nah  pernah suatu ketika (kayak dongeng aja), sekitar jam 4 sore, opa ma teman opa makan bakso plus pesan nasi ma ayam goreng + jus alpokat dari warteg sebelah. Nikmat banget, soalnya dari pagi opa belum makan. Selesei makan opa bayar makanan opa ke warteg sebelah. Dengan santai opa pulang ke kost, rencananya mau mandi, trus balik lagi ke LIPI.

Jam 2 malam, opa baru ingat ternyata opa belum bayar bakso yang tadi sore. Opa hanya bayar nasi plus ayam goreng + jus alpukat di warteg sebelah. Pantesan aja kata teman opa, mang baksonya lihatin opa terus-menerus pas opa pergi. Habisnya langsung ngloyor aja tanpa bayar……(opa jadi malu).

Ini jadi pelajaran buat opa, opa tidak ingin terjadi lagi :D , untung mang baksonya baik, mangnya cuma ketawa pas opa datang lagi untuk bayar. Opa malu soalnya teman-teman opa pada ketawa..”tyan-tyan makan sih boleh saja tapi bayarnya jangan lupa”. Opa benar-benar lupa waktu itu, g ada maksud untuk tidak bayar. Sejak saat itu opa selalu ingat kata “Sudahkah kamu bayar?”

Gethuk Rasamu Menggoda

Nyam-nyam-nyam gethuk yang menggoda

Tahu gethuk? Opa pikir mungkin ada yang tahu tapi mungkin juga tidak. Nah opa sedikit berikan info. Gethuk merupakan makanan tradisional Jawa yang sebenarnya sudah menasional. Panganan ini terbuat dari singkong (Cassava)/ubi kayu. Kemungkinan awal dari kemunculan makanan ini ketika pendudukan Jepang atas Indonesia. Pada saat itu beras merupakan sesuatu yang mahal, kelaparan terjadi dimana-mana. Untuk mengakali agar bisa tetap hidup, maka masyarakat merebus singkong, dari sinilah kemungkinan awal munculnya gethuk.

Saat ini gethuk disajikan dalam berbagai bentuk dan warna. Rasanya manis menggoda, terlebih dengan parutan kelapa yang manis, sedikit asin…..Wuihhhh rasanya tidak ingin berhenti memasukkan dan melahap makanan ini terus-menerus. Karena terbuat dari singkong, maka panganan ini akan sangat mengenyangkan disebabkan kandungan karbohiratnya. Takut gemuk karena makan gethuk? Ah bisa aja kalian berpikir seperti itu…..Jangan khawatir neng, menyantap makanan ini tidak akan menjadikan badan kalian melar kok, justru pada saat gigitan pertama dimana lidah serta liur merasakan manisnya dan lezatnya panganan ini, maka yang melar dan jebol adalah kantong kita.

Masih g percaya dengan cerita kelezatan gethuk ini? jangan diam saja, ayo berdiri, cari ke pasar, dan segera beli gethuk ini. Buktikan deh perkataan opa ini, dijamin kalian pasti ketagihan dengan makhluk mungil bertabur kelapa ini

Buruan..sebelum gethuk menjadi barang langka (bisa-bisa harganya jadi mahal).

Rasa gethuk yang menggetarkan, membakar darah (air liur opa netes.ces..ces..ces)

Opa Jadi Aneh

Urghhhhhh

Opa tidak tahu apa yang sebenarnya opa rasakan hari ini, senang, sedih, gembira, semua bercampur aduk (g diaduk pake mixer lagi, jadinya pegal). Mau ngerjaan TA, malasnya minta ampun, bawaannya malas-malasan di depan laptop, bukan belajar program tapi ngegame. Opa kemarin seharian ngurung diri dalam kamar, anak-anak kost pada pulang, alhasil opa hanya duduk termangu didepan laptop, browsing g jelas, ngegame tak jelas, tanpa sedikitpun rasa lapar (padahal nih opa paling tidak tahan kalo tidak makan).

Opa mau baca buku, tapi baru buka sampul depannya aja ngantuknya dah g ketulungan, tapi ketika badan ini opa baringkan ke busa tipis empat persegi panjang terbungkus seprei kuning bermotif bunga, dengan sedikit sobekan (digigit hamsterku tercinta) di sisi kanannya, ternyata mata ini tak kunjung tertutup. Ada apa dengan opa gerangan?..

Sampai sekarangpun opa tidak tahu, tidak tahu jawabannya…..mungkin sebenarnya yang opa pikirkan adalah TA opa yang tak kunjung kelar, mungkin inti dari semua kemalasan ini berakar dari itu?

AYO OPA KAMU HARUS BANGKIT!!!!!!!! Suara teriakan dari dalam hati opa, yang kemudian menjalar, menggerayangi seluruh sendi-sendi opa. Ya Opa harus bangkit dari keterpurukan ini (ceilehhh maksud opa disini bangkit dari kemalasan) Kemalasan itu harus dilawan, diri kita sendiri yang harus memotivasinya harus dari dalam diri sendiri. Bangkit dan bangkitlah untuk menyongsong masa depan yang lebih baik :D

Batu Besar: Haruskah Aku menghindarinya?

Dahulu kala, seorang raja meletakkan sebuah batu besar di tengah jalan
sebagai rintangan. Raja itu kemudian mengamati setiap orang yang
melewati jalan tersebut.

Banyak orang kaya melalui jalan tersebut dengan berjalan melingkar untuk
menghindari batu besar. Banyak pula orang yang menyalahkan sang raja
karena tidak berusaha untuk membuat jalan menjadi lancar. Tetapi tidak
ada seorangpun bertindak untuk menyingkirkan batu besar yang merintangi
jalan itu.

Seorang petani datang

dengan menggendong sekeranjang besar
sayur-sayuran.Ketika ia mendekati batu besar itu, ia menurunkan
keranjang bawaannya. Kemudian ia mendorong batu besar tersebut dan
setelah berusaha keras, akhirnya ia berhasil menggelindingkan batu besar
itu dari tengah jalan.

Petani itu mengambil kembali keranjang sayurnya. Saat itu ia menyadari
bahwa tepat di tengah jalan — tempat bekas batu besar itu berada –
terdapat sebuah kantong. Kantong itu berisi uang emas dan pesan dari
sang raja. Bunyi pesan itu ialah ‘Harta diberikan bagi orang yang
menyingkirkan rintangan batu besar dan membuat jalan menjadi lancar’.

Moral dari cerita di atas adalah, kadang dalam hidup kita, kita cenderung mengambil jalan yang aman-aman saja dan mengikuti ego kita sehingga membuat kita sering berpikir, “toh, ada orang lain…”; “untuk apa bersusah payah untuk orang lain”; “kenapa saya mau melakukakannya sementara yang lain cuek-cuek saja?” atau bahkan,”kalau melakukannya, apa untungnya buat saya?”, yang saya yakin merupakan isi pikiran dari orang-orang yang menghindari batu besar itu.   Tapi, dalam hidup kita, terkadang menjadi orang pertama yang melakukan sesuatu memiliki kebanggaan tersendiri, karena kita berani mencoba hal-hal yang tidak mau atau tidak berani dicoba untuk orang lain.

warmest regards

ivana

Untuk Dua Orang Paling Berjasa Dalam Hidupku

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

Meneteskan air mata, meminta maaf padaku karena tidak sanggup membelikanku komputer

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

Meneteskan air mata, meminta maaf padaku karena kesulitan membayar biaya kuliahku

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

Meneteskan air mata, meminta maaf padaku karena merasa tidak memberiku kehidupan yang layak

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

Meneteskan air mata, melihat kesusahan hidupku

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

Kalian telah memberikanku kehidupan yang layak

Kalian telah memberikanku kasih-sayang, cinta kasih

Kalian telah melakukan segala hal untuk kebaikanku

Dua orang paling berjasa hiduku

Menunggu kepulanganku dari tanah rantau

Menunggu kepulanganku kepelukan mereka

Menunggu kepulanganku dengan membawa sejumput keberhasilan

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

Tidak ada sesuatupun yang dapat membalas kebaikan kalian

Hanya sejumput doa tulus yang kupanjatkan

Ya Allah sayangilah keduanya, limpahkan rahmatmu, lindungilah dan jagalah mereka

Ya Allah balaslah kebaikan dan ketulusan mereka dengan sebaik-baiknya balasan

Ya Allah ampunilah dosa mereka

Ya Allah pertemukanlah kami kembali di surgamu

Dua orang paling berjasa dalam hidupku

adalah orang tuaku

Mamak, Bapak I Love u so much, Miss u so much

Thank you for evrything you’ve given to me

Kisah Seorang Wanita Pejuang

Engkau hanya melihat duri pada tangkai mawar, tetapi tidak mau melihat tetesan embun yang menghiasi mawarnya

Amirul mukminin Ustman bin Affan r.a mengangkat Hubaib bin Maslamah Al-Fihri sebagai panglima pasukan kaum muslimin untuk memberikan “pelajaran” kepada tentara Romawi yang sering mengganggu kaum muslimin di daerah perbatasan. Disebutkan pula bahwa istri Hubaib termasuk di antara tentara yang tergabung dalam pasukan muslimin tersebut. Sebelum peperangan dimulai, Hubaib memeriksa terlebih dahulu barisan pasukannya. Istrinya tiba-tiba bertanya

“Di manakah aku akan menjumpaimu bila peperangan sedang memuncak dan semua barisan terlibat dalam perang yang berkecamuk?”

Hubaib menjawab, “Engkau akan menemuiku dalam kemah panglima pasukan Romawi atau dalam surga nanti.”

Hubaib bersama orang-orang yang berperang mengikutinya berperang dengan keberanian yang luar biasa. Atas izin dan pertolongan Allah, pasukan kaum muslimin memenangkan perang tersebut. Lalu Hubaib segera menuju ke kemah panglima pasukan Romawi menunggu kedatangan istrinya. Di depan pintu kemah ia takjub, karena menemukan istrinya telah mendahuluinya masuk ke dalam kemah pasukan Romawi sebelum ia sampai ke dalamnya.

Seandainya semua wanita seperti istri Hubaib ini tentulah akan lebih diprioritaskan atas kaum laki-laki.

Hidup ini tidak sulit dan tidak pula mustahil selama disana ada kemauan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dan pergerakan.